Minggu, 10 Mei 2015

Soal Soft Skill Bahasa Indonesia 2.



1.      Dalam proses penulisan karya ilmiah ada dua jenis kalimat, yaitu kalimat dan kalimat.
Jelaskan dua istilah tersebut dan beri contoh masing-masing 10 kalimat.
Jawab:
-          Kalimat adalah satuan susunan kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan.
Contoh :
o   Apakah Kamu sedang susah?
o   Saya sedang bermain komputer dirumah.
o   Saya suka melihat foto – foto dihandphone.
o   Mencari jarum di tumpukan jerami sangatlah sulit.
o   Meminum alkohol sangat dilarang oleh agama.
o   Kami sering berkelahi tetapi saling menyayangi.
o   Tulisanmu bagus sekali sehingga yang membacanya kagum.
o   Malas bukan berarti bodoh.
o   Pintar tidak sama dengan cerdas.
o   Mencintai seseorang dengan segenap jiwa dan raga

-          Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat.
Contoh:
o    Aku sayang kamu.
o    Cinta itu tidak buta.
o    Rajin pangkal pandai.
o    Aku sedang membuang sampah.
o    Aku suka mendengarkan lagu.
o    Dia suka makan.
o    Ibu sedang memasak.
o    Adik sedang mandi.
o    Pagi yang indah.
o    Aku baru membeli barang baru.

2.      Penalaran (reasoning) adalah proses mental dalam mengembangkan pikiran logis (nalar) dari beberapa fakta atau prinsip (KBBI,2005:772). Jelaskan pendapat tersebut.
Jawab:
Penalaran (reasioning) adalah suatu proses pola pikir yang berhubungan dengan fakta atau fenomena, atau petunjuk yang menjadi suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematis atau teoritis untuk memperoleh suatu kesimpulan yang sesuai.

3.      Berdasarkan soal no 2. Cari soal logika bahasa dan pembahasannya (sinonim, antonim, analogi, dan silogisme) dari buku teks (bukan hasil browsing di internet).  Masing-masing 10 soal.

4.      Cari artikel koran yang membahas tentang perekonomian Indonesia, tentukan kata sulit dalam artikel tersebut dan cari definisinya dalam kamus.
Jawab:
BERITA KORAN HARI INI, KOMPAS : MEMPERTARUHKAN EKONOMI. Menteri Keuangan Baru Harus Bebas dari Kompromi Politik
Jakarta, Kompas – Kinerja perekonomian Indonesia cukup meyakinkan, sekalipun masih rentan terhadap krisis keuangan yang kini melanda Eropa. Karena itu, pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang dikenal tanpa kompromi ini sangat mempertaruhkan kinerja perekonomian.

Kepergian Sri Mulyani Indrawati sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington DC, AS, dapat berdampak pada kebijakan pemerintah. Karakter Sri Mulyani yang tidak terlalu kompromistis terhadap keinginan partai politik, karena mengedepankan penyelamatan ekonomi, akan sulit tergantikan.

”(Kepergian Sri Mulyani) Tentu saja akan ada (perubahan) sebab karakternya memang tidak ada duanya. Saya menduga siapa pun yang akan menggantikan Sri Mulyani nanti akan lebih kompromistis dengan partai politik. Semoga saja pengganti Sri Mulyani tetap bisa melanjutkan agenda reformasi birokrasi,” ungkap ekonom Indef, M Ihsan Modjo, di Jakarta, Sabtu (8/5).

Kinerja perekonomian Indonesia sejak tahun 2004, sejak Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan (Menkeu), menunjukkan trend membaik. Pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,8-6 persen dan ditargetkan menjadi 7-7,5 persen pada tahun 2014. Peringkat utang Indonesia terus membaik dari B+ menjadi BB pada tahun 2010.

Membaiknya peringkat utang ini diwarnai dengan total utang Indonesia yang meningkat menjadi Rp 1.594,15 triliun. Lepas dari semakin tingginya kepercayaan pihak luar kepada Indonesia, angka utang yang membesar ini memprihatinkan. Namun, dari aspek rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus turun dari 57 persen tahun 2004 menjadi 27 persen tahun 2010. Angka PDB yang naik menjadi Rp 6.253,8 triliun tahun 2010 membuat rasio utang turun.

Oleh karena itu, kepergian Sri Mulyani dan munculnya sosok pengganti yang ”tak pas” bisa menjadi faktor kontraksi bagi kinerja ekonomi ini. Ketua Perhimpunan Bank Umum Nasional Sigit Pramono mengakui, kehilangan figur seperti Sri Mulyani adalah suatu kerugian besar bagi Indonesia mengingat seorang dengan kompetensi dan integritas seperti dialah yang diperlukan Indonesia untuk mengelola perekonomian yang belum benar-benar pulih dari krisis. ”Apalagi kita masih mencermati dampak terpuruknya Yunani dan beberapa negara Eropa lainnya,” kata Sigit.

Maka, untuk menjaga perekonomian tetap berjalan sehat, sudah sepatutnya jika Presiden segera menunjuk pengganti Sri Mulyani dan sekaligus mengisi jabatan Gubernur BI yang sudah lama lowong. ”Membiarkan dua posisi vital di dalam manajemen perekonomian nasional akan menimbulkan ketidakpastian dan berisiko tinggi,” tutur Sigit.

”Dalam kondisi perekonomian dunia seperti sekarang, kita tidak boleh tawar-menawar dengan kepentingan politik. Menkeu harus benar-benar berasal dari kalangan profesional yang memahami ekonomi makro, mikro, dan keuangan dengan baik karena persoalan keuangan negara bukan persoalan main-main. Amerika dan Eropa hampir runtuh karena diterpa masalah keuangan,” papar pengamat pasar uang Farial Anwar.

Pengamat politik J Kristiadi juga khawatir jika pengganti Sri Mulyani adalah seorang menteri yang bisa dimintai deal-deal negosiasi politik yang merugikan masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi yang dihubungi di Taipei, Taiwan, menegaskan kembali agar menkeu yang baru bukan dari partai politik. ”Ini perlu keputusan cepat dari Presiden supaya tidak banyak spekulan dan menimbulkan ketidakpastian bisnis. Apalagi, kita sudah menghadapi perdagangan bebas,” ujar Sofjan.

Soal pentingnya integritas seorang menkeu yang tegas tanpa kompromi politik juga disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Thomas Darmawan, Ketua Industri dan Perdagangan Gabungan Pengusaha Jamu Putri K Wardani, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Gabungan Elektronik Indonesia Yeane Keet, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Polah Tjahyono, Ketua Harian Dewan Hortikultura Nasional Benny A Kusbini, dan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia Gunadi Sindhuwinata.

Namun, beberapa dari para pengusaha mengaku sulit menyebutkan nama pengganti Sri Mulyani karena persoalan integritas. Mereka hanya menekankan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menetapkan nama menkeu yang baru. Jangan terjadi seperti jabatan Gubernur Bank Indonesia yang sudah setahun ini kosong.

Kalangan pengusaha menyebutkan nama Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution, Iwan Jaya Azis yang kini sedang bertugas sebagai dosen di Cornell University, Ketua Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto, dan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anwar Nasution.

”Saya kira Darmin Nasution dan Kuntoro Mangkusubroto bisa diusulkan menjadi menkeu yang baru karena keduanya memenuhi syarat-syarat, seperti senior, rekam jejak yang baik, pengalaman di birokrasi pemerintahan, jaringan lokal dan internasional yang luas, pendidikan yang baik, disegani mitra lokal dan internasional, diterima pasar dan investor serta profesional dalam arti nonpartisan,” tutur Ryan.

Tony berpendapat, pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun ini akan dicapai jika figur menkeu baru diterima pasar dan masyarakat. ”Salah satunya adalah Darmin Nasution yang juga menjadi pilar penting dalam reformasi birokrasi saat ia masih menjabat Dirjen Pajak,” ujarnya.

Ihsan berpendapat, Darmin Nasution dan Agus Martowardojo bisa menjadi calon kuat. ”Mereka berani mengatakan ’tidak’,” ujarnya.
Fadhil Hasan memandang, banyak yang bisa menggantikan Sri Mulyani dari segi kemampuan dan pemahaman tentang perekonomian Indonesia. Mungkin yang sulit dicari adalah sosok dengan integritas dan konsistensinya dalam menjalankan reformasi birokrasi.(KUTI/SIE/ANA/TRA/REI/osa/oin/faj)Description: https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfa1/v/t1.0-9/28377_394459692490_3860982_n.jpg?oh=31c0945af5cfb0ab63a749dee4029a93&oe=55C848E4&__gda__=1440593309_cd6e379fd2592606608c2506774db28e

Kata yang sulit:
-          Integritas /in·teg·ri·tas/ n mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran; -- nasional wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dl kehidupan bernegara.
-          kompromistis/kom·pro·mis·tis/ a bersifat kompromi; berlaku sbg orang kompromis: meskipun masih akomodatif -- , anutan mereka yg ketat pd pelaksanaan hukum fikih telah menjadi penghadang penyebaran modernisasi Islam
-          birokrasi/bi·ro·kra·si/ n 1 sistem pemerintahan yg dijalankan oleh pegawai pemerintah krn telah berpegang pd hierarki dan jenjang jabatan; 2 cara bekerja atau susunan pekerjaan yg serba lamban, serta menurut tata aturan (adat dsb) yg banyak liku-likunya dsb;
-          reformasi/re·for·ma·si/ /réformasi/ n perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dl suatu masyarakat atau negara; -- ekonomi perubahan secara drastis untuk perbaikan ekonomi dl suatu masyarakat atau negara: perdana menteri yg baru telah menyapu kalangan oposisi dan memberikan serangan telak dng -- ekonomi;


5.      Cari artikel ilmiah dalam bidang perbankan. Baca abstraknya dan identifikasi abstrak tersebut ke dalam syarat penyusunan sebuah abstrak.
Jawab:
PENGARUH TRUST DAN LOYALTY TERHADAP PELAYANAN I-BANKING PADA BANK BCA DAN BANK MANDIRI AGUS NECHOLASE

Jl. Fajar Baru Rt.09/06 No.41 Cengkareng Timur Jak-Bar 11730,
Email: vito_nicolas@yahoo.com, a.necholase@gmail.com

ABSTRAK
Kepuasan nasabah merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu manajemen dalam mengelola suatu usaha termasuk perbankan. Penelitian ini melihat sedikit lebih jauh dari hal tersebut, yaitu berkaitan dengan pengaruh Trust dan Loyalty nasabah terhadap services Internet Banking pada dua bank yang dipilih. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu mengemukakan data berdasarkan teori yang ada. Data penelitian diperoleh dari data primer melalui kuesioner dan data sekunder melalui berbagai literatur yang berkaitan dengan topik penelitian seperti jurnal ilmiah, laporan media cetak, serta artikel lainnya yang ada di perpustakaan. Sedangkan pengolahan data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bank BCA terdapat pengaruh yang signifikan antara trust dan loyalty terhadap services I-Banking, sedangkan pada bank Mandiri tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara trust dan loyalty terhadap services I-Banking.
Kata kunci: trust, loyalty, I-Banking, BCA, bank Mandiri

Mengidentifikasi kata abstrak:
Pada contoh abstrak diatas, bahwa bisa dilihat kalimat pertama dan kedua merupakan latar belakang dari sebuah penelitian. Kalimat ketiga sampai kalimat kelima merupakan metode penelitian dari sebuah penelitian, sedangkan kalimat akhir merupakan pembahasan dan kesimpulan dari penelitian tersebut.
Kata kunci dalam sebuah abstrak pada umumnya dipilih dari kata yang mewakili atau mencerminkan isi dari uraian yang dituliskan dari sebuah penelitian. Kata kunci biasanya digunakan untuk mempermudah pencarian sebuah karya ilmiah atau penelitian yang membahas hal tersebut.

DAFTAR PUSTAKA:


Sabtu, 04 April 2015

TUGAS 1: BAHASA INDONESIA 2

Berikan informasi yang ringkas dan jelas pada masing – masing pertanyaan berikut:
1.      Jelaskan definisi karya akademik dan berikan contohnya dalam bentuk paragraph.
Jawab:
Karya akademik atau yang biasa disebut karya tulis ilmiah merupakan tulisan yang dibuat seseorang atau peneliti yang sifatnya keilmuan dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Contoh:
Bahaya Merokok.
Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia terutama bagi perokok aktif. Rokok banyak mengandung zat – zat berbahaya seperti nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hydrogen sianida, amoniak, akrolein, asetlen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, dan masih banyak lagi. Dampak dari bahaya rokok ini menyebabkan serangan jantung, kanker, paru – paru, impotensi, dan gangguan pada janin.

2.      Jelaskan perbedaan karya akademik dan non akademik. Berikan contoh masing – masing yang membedakan kedua bentuk karya di atas.
Jawab:
-        Karya akademik adalah suatu tulisan yang sifatnya keilmuan dan didasari oleh penelitian, pengamatan dan tinjauan dalam bidang tertentu yang dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Contoh:
Banjir merupakan suatu bencana alam yang biasa dialami oleh Indonesia terutama kota Jakarta. Banjir disebabkan oleh hujan yang terus – menerus. Terjadinya hujan pada umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan dari sinar matahari, uap melayang ke udara dan akhirnya terus gerak keatas yang mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga berbentuk awan. Awan – awan yang terbentuk saling bertemu dan membesar yang kemudian menuju ke atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Selain hujan yang terus – menerus, penyebab lainnya yaitu buang sampah sembarang dan orang – orang yang tinggal dibantaran kali yang menyebabkan daya tampung air berkurang.

-        Karya non akademik adalah suatu tulisan yang berdasarkan fakta pribadi, tidak memuat hipotesis, bersifat imajinatif, tanpa perlu harus adanya pertanggungjawaban, dan tidak perlu menggunakan bahasa yang baku.


Contoh:
Semua berawal dari pertemuan yang tidak sengaja oleh pasangan dua sejoli ini di tangga sekolah mereka. Adam seorang siswa yang bandel, cuek tapi pintar ini tidak sengaja bertemu seorang siswa yang pendiam dan pemalu yang bernama Sheryl. Rasa penasaran dan kagum yang dirasakan Adam, Adam mencoba mencari info tentang Sheryl ke teman – teman satu sekolah. Setelah mendapatkan informasi tentang Sheryl, Adam memberanikan diri untuk menghubungi Sheryl untuk pertama kali. Hubungan Adam dan Sheryl semakin membaik dan saling mengenal satu sama lain. Perasaan suka dan kagum Adam akan Sheryl semakin membuat yakin Adam untuk menyatakan cintanya kepada Sheryl. Akhirnya, Adam mencoba untuk menyatakan cintanya ke Sheryl dan Sheryl pun menerima cintanya Adam.

Jadi, perbedaan antara karya akademik dan non akademik yaitu karya akademik harus memiliki kajian teori dan yang bersifat ilmiah sedangkan non akademik harus sesuai dengan kejadian yang terjadi atau sesuai dengan fakta

3.      Setiap penulis karya akademik perlu berefleksi tentang pembacanya, yaitu:
a.     Siapa yang membaca karyanya?
b.     Bagaimana cara mengekspresikan gagasannya?
c.      Seberapa banyak teks yang perlu ditulis?
Dari ketiga komponen di atas, jelaskan masing – masing komponen tersebut menurut versi kalian masing – masing.
Jawab:
a.     Target para pembaca dalam karya akademik biasanya adalah para penulis atau peneliti yang ingin melakukan suatu penelitian. Para peneliti yang ingin melakukan penelitian, biasanya membutuhkan beberapa referensi atau jurnal – jurnal terdahulu yang sudah ada.
b.     Cara untuk mengekspresikan gagasannya, kita sebagai para peneliti yang ingin melakukan penelitian bisa dilihat dari bagian abstrak dari referensi yang kita dapat. Bagian abstrak menjelaskan ringkasan suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan.
c.      Teks yang perlu ditulis dalam karya akademik harus logis, jelas, efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber:

Hariwijaya, M. 2008. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi. Tugu Publisher.

TUGAS 2: BIDANG KAJIAN MANAJEMEN TEORI ANTRIAN

Antrian atau mengantri merupakan suatu kegiatan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari – hari yang disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang datang bisa segera dilayani oleh pelayan karena kesibukan dari layanan itu sendiri. Antrian yang terlalu lama akan membuang banyak waktu dan bisa merugikan bagi pihak pelayanan. Selain itu, secara tidak langsung akan mengurangi efesiensi kerja, keuntungan yang sedikit, dan bahkan menimbulkan citra yang kurang baik pada pelanggannya atas lamanya antrian berlangsung.

Antrian yang panjang biasanya kita bisa lihat di bank saat nasabah mengantri di loket teller untuk melakukan transaksi, airport saat calon penumpang ingin melakukan check – in, supermarket saat ingin melalukan pembayaran di loket kasir, dan lain sebagainya. Di tempat cuci mobil : mobil antri untuk dicuci dan masih banyak contoh lainnya. Dampak pemberian layanan yang cepat akan menimbulkan pengeluaran yang lebih bagi organisasi, karena harus menambah fasilitas layanan. Oleh karena itu, layanan yang cepat akan memberikan efek yang positif kepada pelanggan dan pasti dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan/organisasi.

Sistem antrian atau sering disebut sebagai waiting line theory yang diciptakan pada tahun 1909 oleh seorang matematikawan dan insinyur berkebangsaan Denmark yang bernama A.K. Erlang. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1913 yang dimulai dengan menggunakan konsep dan struktur system antrian sebelum mengembangkan model matematisnya. Teori antrian dirancang untuk memperkirakan berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian, kepanjangan garis tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayanan, dan apa yang terjadi bila waktu pelayanan atau pola kedatangan berubah.

Tujuan dasar teori antrian adalah untuk meminimumkan total dua biaya, yaitu biaya langsung penyediaan fasilitas pelayanan dan biaya tidak langsung yang timbul karena para konsumen menunggu untuk dilayani.

 Manfaat teori antrian adalah dapat membantu kedua belah pihak dalam hal keteraturan atau terkoordinasi dan memaksimalkan keuntungan dalam hal pendataan pengunjung pada perusahaan.



 DAFTAR PUSTAKA 
Subagyo, pangestu, dkk. 1989. Dasar-dasar Operation research (twoth Edition). BPFE.Yogyakarta.
Subagyo, pangestu, dkk. 2000. Dasar-dasar Operation research. BPFE.Yogyakarta.
Levin, Richard I, dkk. 2002. Quantitative Approaches to Management (seventh Edition). McGraw-Hill, inc. New Jersey.
Schroeder, Roger G. 1997. Operation Management. McGraw-Hill, Icn. New Jersey.

http://armandjexo.blogspot.com/2012/04/teori-antrian.html, diakses pada minggu, 22 April 2012.

Sabtu, 15 November 2014

KONSUMEN, KONSUMSI, KONSUMTIF, DAN KONSUMERISME DALAM PERILAKU KONSUMEN


A. Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Syarat - syarat konsumen menurut UU PK adalah:
- Pemakai barang dan atau jasa, baik memperolehnya melalui pembelian maupun secara cuma - cuma.
- Pemakaian barang dan atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, dan mahluk hidup lain.
- Tidak untuk diperdagangkan.
Sebagai contoh dari konsumen yaitu Ayaha yang membeli televisis untuk ditonton bersama keluarga setiap harinya.

B. Konsumsi
Konsumsi adalah penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ciri - ciri barang konsumsi:
- Barang yang dikonsumsi adalah barang yang dihasilkan oleh manusia.
- Barang yang dikonsumsi ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup.
- Barang yang dikonsumsi akan habis atau mengalami penyusutan sedikit demi sedikit sehingga akhirnya tidak dapat digunakan lagi.
Tujuan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung. Contoh bentuk konsumsi yaitu setiap harinya pada saat kita lapar kita membutuhkan makanan, bisa berupa nasi, roti, dll, dan itulah yang disebut dengan konsumsi.

C. Konsumtif
Arti kata konsumtif (consumtive) adalah boros atau perilaku yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. dalam artian luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah - mewah.
Cahyana (1995) memberikan definisi perilaku konsumtif sebagai tindakan yang dilakukan dalam mengonsumsi berbagai macam barang kebutuhan. Tambunan (2001) mengatakan bahwa perilaku konsumtif menunjukan pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untu barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok.
Berdasarkan dari beberapa pengertian telah dikemukakan, maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang ditunjukan untuk mengonsumsi secara berlebihan dan tidak terencana terhadap jasa dan barang yang kurang atau bahkan tidak diperlukan. Perilaku ini lebih banyak dipengaruhi oleh nafsu semata - mata untuk memuaskan kesenangan serta lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan. Sehingga tanpa pertimbangan yang matang seseorang begitu mudah melakukan pengeluaran untuk macam - macam keinginan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pokoknya sendiri.
Faktor - faktor yang memengaruhi perilaku konsumtif
Menurut Assuari (1987), tingkat keinginan seseorang menempati tingkat yang paling tinggi dalam pembelian, kemudian Assuari menambahkan bahwa perilaku konsumtif dapat terjadi karena:
1. Pembelian ingin tampak berbeda dari yang lain
Remaja melakukan pembelian atau pemakaian dengan maksud untuk menunjukkan bahwa dirinya berbeda dengan yang lain.
2. Ikut - ikutan
Seseorang melakukan tindakan pembelian hanya untuk meniru orang lain atau kelompoknya dan mengikuti mode yang sedang beredar.
Sarwono (1994), mengatakan bahwa perilaku konsumtif biasanya lebih dipengaruhi oleh faktor emosional daripada rasio, karena pertimbangan - pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli atau menggunakan suatu barang dan jasa lebih menitikberatkan pada status sosial, mode dan kemudahan darpada pertimbangan ekonomis. Ia menambahkan bahwa perilaku konsumtif berkaitan dengan proses belajar yang artinya dalam perkembangan individu akan belajar bahwa memperoleh suatu barang dan jasa atau melakukan perbuatan tentunya dapat memberikan kesenangan atau justru perasaan tidak enak.
Contoh konsumtif yaitu pada saat kita sedang jalan - jalan ke mall atau supermarket untuk membeli barang yang kita butuhkan, namun secara tidak sengaja Anda membeli barang lain yang menarik perhatian Anda untuk membelinya walaupun sebenarnya barang tersebut tidak Anda butuhkan.

D. Konsumerisme
Konsumerisme kata dasarnya adalah konsum yang diambil dari bahasa Inggris yaitu consume yang berarti memanfaatkan atau menghabiskan daya guna suatu barang atau jasa.
Konsumerisme itu sendiri merupakan gerakan konsumen (consumer movement) yang mempertanyakan kembali dampak - dampak aktivitas pasar bagi konsumen (akhir). Dalam pengertian lebih luas, istilah kosumerisme dapat diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha dan negara dan gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan sehari - hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumer.
Dari berbagai defini di atas, maka dapat disimpulkan bahwa konsumerisme merupakan paham atau gaya hidup yang menganggap barang - barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, gaya hidup yang tidak hemat. Sebagai contoh dari konsumerisme adalah teknologi dan barang - barang eletronik yang ada pada saat ini, yang merupakan barang - barang canggih yang membuat kita harus memilikinya dan tidak dapat hidup tanpa adanya barang tersebut, seperti kemelakatan dan ketergantungan misalnya: handphone.


SUMBER:
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/10/psikologi-konsumen-39/
http://www.wattpad.com/4248059-pengertian-perilaku-konsumen-contoh-kasus

Kamis, 09 Oktober 2014

PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Studi perilaku konsumen sebagai disiplin ilmu konsumen tidak selalu bertindak atau memberikan reaksi pemasaran yang terpisah dimulai ketika para pemasar menyadari bahwa para seperti yang dikemukakan oleh teori pemasaran.
Berikut merupakan pengertian perilaku konsumen menurut beberapa ahli, sebagai berikut:
1.      Menurut John C. Mowen dan Michael Minor mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk, jasa dan pengalaman serta ide – ide.
2.      Menurut Lamb, Hair dan Mc. Daniel menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan untuk membeli, menggunakan serta mengkonsumsi barang – barang dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk.
3.      Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.

Tipe – tipe perilaku pembelian
Menurut Wilkie, tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembelian dikelompokkan menjadi 4 berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat keterlibatan diferensiasi merek, antara lain:
-        Budget allocation (pengalokasian budget)
-        Product puchase or not (membeli produk atau tidak)
-        Store patronage (pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
-        Brand and style decision (keputusan atas merek dan gaya)
Sifat dari perilaku konsumen:
-        Consumer behavior is dynamic
-        Consumer behavior involves interactions
-        Consumer behavior involves exchange

Faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen:
1.      Individual determinants of consumer behavior
o   Demografis, psikografis, dan kepribadian
o   Motivasi konsumen
o   Pengetahuan konsumen
o   Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen

2.      Environmental influences on consumer behavior
o   Budaya, etnisitas, dan kelas sosial
o   Keluarga dan pengaruh rumah tangga
o   Kelompok dan pengaruh personal

Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen, sebagai berikut:
1.      Pendekatan interpretif yaitu studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
2.      Pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta ilmu dari sosiologi.
3.      Pendekatan sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.

Proses pengambilan keputusan pembelian
Langkah – langkah proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu:
1.      Pengenalan masalah (problem recognition)
2.      Pencarian informasi (information source)
3.      Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation)
4.      Keputusan pembelian (puchase decision)
5.      Evaluasi pasca – pembelian (post – purchase evaluation)

Faktor – faktor yang mempengaruhi terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1.      Motivasi
2.      Persepsi
3.       Pembentukan sikap
4.      Integrasi

Sumber:
Schiffman, Leon & Kanuk, Leslie Lazar. 2008. Perilaku Konsumen. Indonesia: PT. Macanan Jaya Cemerlang


Minggu, 29 Juni 2014

STRATEGI POLITIK NASIONAL& OTONOMI DAERAH

A. Persamaan dan Perbedaan Strategi Politik Nasional pada masa ORBA dan Reformasi
Persamaan pada masa ORBA dan Reformasi:
- Indonesia adalah negara hukum (rechtssaat).
- Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar).
- Presiden tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
- Menteri negara adalah pembantu Presiden, menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
- Kekuasaan kepala negara tidak terbatas.
- Menganut sistem pemerintahan presidensial.
- Kewenangan menjalankan anggaran negara tetap ada pada presiden (masing - masing melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti "manusia setengah dewa").

Perbedaan pada masa ORBA dan Reformasi:
ORBA:
- Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat yaitu, menetapkan UUD, menetapkan GBHN, dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden.
- Penyatuan partai - partai politik (hanya ada tiga partai politik yakni PPP, Golkar, dan PDI).
- Sistem pemerintahan lebih stabil, tidak mudah jatuh atau berganti. Pemerintahan solid dan kompak.
- Fokus pada pembangunan ekonomi.
- Kabinet pembangunan VII.
- Sentralistik.
- Demokrasi pancasila.
- Sistem politik otoriter (partisipasi masyarakat sangat minim) pembatasan ruang gerak pers.
- Pemilu Luber (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia).
- Adanya Trilogi Pembangunan yaitu stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan pemerataan pembangunan.
- Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat.

REFORMASI:
- Kekuasaan negara tertinggi tidak lagi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
- Memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan asiprasinya sehingga banyak bermunculan partai - partai politik baru.
- Pemerintahan tidak punya kebijakan (menuruti alur parpol di DPR), pemerintahan lemah.
- Diutamakan mengendalikan stabilitas politik, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan, dan KKN sebagai prioritas penting.
- Adanya kabinet reformasi, kabinet gotong royong, dan kabinet Indonesia bersatu.
- Lahirnya UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik, adanya UU Otonomi Daerah, dan munculnya otonomi daerah yang kebablasan.
- Demokrasi Liberal (neoliberaliseme).
- Media masa dan pers terbuka, orang bebas mengemukakan pendapatnya di muka umum baik dalam bentuk rapat umum maupun unjuk rasa atau demonstrasi.
- Pelaksanaan pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
- Tidak ada lagi Trilogi Pembangunan.
- Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi menurut UUD.

B. Otonomi Daerah
Otonomi daerah dapat diartikan sebagai kewenangan yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang - undangan.

SUMBER:
http://www.slideshare.net/Dewisetiyaniputri/perbandinganpersamaan-dan-perbedaan-orde-baru-dan-reformasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Otonomi_daerah

POLITIK & KETAHANAN NASIONAL

A. Pengertian Politik
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

B. Hal - Hal yang Berkaitan dengan Politik
1. Negara.
Negara merupakan suatu kawasan teritorial yang didalamnya terdapat sejumlah penduduk yang mendiaminya, dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan, dan keberadaannya diakui oleh negara lain.

2. Kekuasaan
Dalam teori politik adanya tiga sumber kekuasaan yaitu pertama dari perundang - undangan yakni kewenangan, kedua dari kekerasan seperti penguasaan senjata, dan ketiga dari karisma.

3. Kebijakan umum.
Adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu.

4. Distribusi.
Adalah pembagian dan pengalokasian nilai - nilai dalam masyarakat.

C. Stratifikasi dalam Politik Nasional
Stratifikasi politik nasional dalam Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut:
- Tingkat penentu kebijakan puncak.
- Tingkat kebijakan umum.
- Tingkat penentu kebijakan khusus.
- Tingkat penentu kebijakan teknis.
- Tingkat penentu kebijakan di daerah.

D. Pengertian Strategi
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktifitas dalam kurun waktu tertentu.

E. Strategi dalam Politik Nasional
Merupakan cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Strategi nasional disusun untuk melaksanakan politik nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Politik
http://politik.kompasiana.com/2013/08/25/pengertian-politik-dan-strategi-nasional-586310.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Strategi